Timnas futsal Indonesia sedang dalam performa terbaiknya di fase grup AFC Futsal 2026. Dalam laga terakhir di Grup A, mereka berhasil unggul 1-0 atas Irak berkat gol dari Samuel Eko, sebuah pencapaian yang menunjukkan kebangkitan tim dalam kompetisi internasional.
Pertandingan yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, menyajikan tensi tinggi sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama tampil dalam tekanan tinggi dengan strategi pressing yang ketat, menghasilkan serangkaian peluang bagi masing-masing pihak.
Peluang pertama untuk Indonesia muncul di menit kedua, ketika sebuah tembakan keras dari luar area penalti mengarah ke gawang. Namun, kiper Irak, Ibrahim Ahmed Albustani, berhasil menggagalkan usaha tersebut dengan refleks cepatnya.
Performa Kiper dan Pertahanan yang Solid
Dua menit setelah peluang pertama, Irak mulai merespons dengan serangan berbahaya. Kapten tim, Salim Faisal, melepaskan tembakan keras yang beruntungnya mengenai mistar gawang, mengingatkan tim Indonesia akan potensi ancaman dari lawan.
Menjaga lini pertahanan tetap solid menjadi kunci bagi Indonesia dalam menghadapi gempuran Irak. Pemain belakang berusaha keras untuk memblok setiap usaha penyerangan dan menjaga keunggulan yang telah didapat.
Pada menit keempat, Indonesia kembali menekan dengan upaya melakukan serangan balik. Sayangnya, satu dua kombinasi antara Samuel Eko dan Wendy Brian masih bisa dibaca dan dihentikan oleh kiper lawan, menunjukkan betapa ketatnya permainan di lapangan.
Ketegangan Meningkat di Pertandingan Pertama
Masuk ke menit kelima, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan melalui Samuel Eko yang memanfaatkan umpan dari sepak pojok. Gol tersebut memberi semangat lebih bagi pemain Indonesia, menyaksikan timnya unggul 1-0 atas Irak.
Setelah mencetak gol, Indonesia tidak mengendurkan serangannya. Israr Megantara hampir menggandakan keunggulan, namun upayanya masih membentur mistar gawang, memperlihatkan bahwa peluang untuk menggandakan skor kian terbuka.
Serangan demi serangan dari Indonesia terus dilancarkan, tetapi hingga menit ke-14, skor tetap 1-0. Irak juga tidak tinggal diam, meluncurkan beberapa peluang, tetapi gagal untuk mengonversinya menjadi gol.
Strategi Power Play yang Gagal
Di lima menit terakhir babak pertama, Irak mencoba menerapkan strategi power play sebagai upaya mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Indonesia tetap kokoh dan berhasil meredam setiap serangan yang dilancarkan dengan baik.
Ketangguhan lini belakang Indonesia menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Kombinasi teknik dan disiplin membuat mereka mampu menjaga keunggulan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Keunggulan 1-0 bagi Indonesia bertahan hingga turun minum, memberikan harapan akan hasil positif di lanjutan babak kedua. Strategi dan performa dalam permainan akan sangat menentukan nasib tim di sisa pertandingan.
